GAGA's FanArtic

GAGA's FanArtic
Just a little monster

Sabtu, 14 Januari 2012

A.. a .jmda.qwmda

Badanku...
Ragaku...

Serasa dipenuhi air taji...

Jiwaku...
Auraku...

Bagai bernyanyi dan menginjak injak diri ini...

Dalam amarah yang terjerembab dalam hangatnya selimut...
Dalam beningnya embun pagi...
Setia terdiam dalam hati dan terpancar pada setiap sudut cakra ini...
Lagi... Lagi... Lagi...

Setelah ku coba tuk tutupi...
Simpan dalam kotak peti mati erat...
Kini kembali lagi...
Urat syaraf yang kembali dari kematiannya...

Ku merasa terbosankan atas segala masalah yang tak berbobot...
Sesirah tirai sultan yang menunggu permaisuri...
Bolak balik tiap malam...

Punggung ini sudah patah untuk memanggulnya...
Jalang kau pabila masih kau berdiri diatasnya...

Sungguh berat mata ini untuk tak mengingat...
Kupingku pun bocor mendengar omong kosong...

Tak penting dari dirimu...
Tak berguna dalam diriku...
Tak butuh semua ot mu...
Tak sudi semua itu...

Kuharap jantungmu mati dalam kebungkaman...
Darahmu tersendat dalam kesigapan...
Nafasmu terengah engah...
Mati...
Ucapkanlah selamat tinggal pada duniamu...

Ku ingin kau punya penyakit kelamin...
Namun kau tak punya...

Kuingin kau kena penyakit kusta...
Namun tubuh orang kau pinjam...

Kuingin kau malu seumur hidupmu...
Namun harga diripun kau tak punya...

Diamlah...
Matilah...

.........


Dingin yang kurasa...
Tak berdaya hanya untuk sedikt saja...
Beradab adaban yang mengerikan...
Persis...

Selalu sering serempak terasa...
Bulu kuduk yang masuk kedalam atmosfir magma...
Panas dan gemetaran...
Stel jaket pun hanya menambal bibir untuk berkata...
Aku ingin marah...
Hah hanya bercanda...

Selalu saja begitu tak ada bedanya...
Jantan betina tak ada duanya...
Semua merasakan betapa rendahnya pelacur itu berkata...
Berbahasa...
Aku adalah yang punya...

Aku merasa berada diatas langit...
Berkelana dalam surga dan ketenangan...
Namun itu dalam mimpi...
Ketika kan jadi nyata...
Tertusuk belati yang tak berdosa...

Aku menyangka mengapa...
Aku merasa...
Inginkan tuk bunuh semua...
Ketika ku merasa...
Aku mau duri itu tertancap...
Aku mau pedang itu menghunus...
Aku mau senapan itu tertembak...
Menimpanya...

-Pasrah-

Tuhanku,,, Tuhan Semesta Alam,,,
Ketika masalah terjadi padaku,,,
Aku mohon padaMu Tuhanku,,,
Beri diriku ketabahan dan kesabaran,,,
Serta jalan keluar yang menuju ke jalanMu,,,
Segala hal yang aku inginkan agar jadi yang terbaik bagiKu,,,

Aku memang tak bergelimang harta namun ketika aku meminta rezeki dariMu,,,
Aku mohon padaMu Ya Allah,,,
Aku mohon seutuhnya padaMu,,,
Aku hanya manusia yang bodoh tak bertata namun ketika aku memohon Ilmu dariMu,,,
Aku mohon padaMu Ya Allah,,,
Aku mohon seutuhnya padaMu,,,
Aku juga manusia pembuat dosa, amarah hingga mendapat masalah namun ketika aku mohon kebesaranMu,,,
Aku mohon padaMu Ya Allah,,,
Aku mohon seutuhnya padaMu,,,

Aku bertangan namun buntung,,,
Aku bermata namun kelam,,,
Aku berkalbu namun sendu,,,
Aku bertelinga namun penuh dengan onak,,,
Ketika aku memohon pembenaran dariMu,,,
Aku mohon padaMu Ya Allah,,,
Aku mohon seutuhnya padaMu,,,

Aku bersujud di atas kedua sajadah yang tergeletak memohon karuniamu,,,
Memohon ampunanmu,,,
Memohon pertolonganmu,,,
Memohon Kebesaranmu,,,
Agar menjadi kekuatan bagiku,,,
Agar menjadi anugerah bagiku,,,
Agar menjadi penolong duniaku,,,
Hanya dariku dan kuserahkan padaMu,,,
Hanya dariku dan kupasrahkan padaMu,,,
Tuhanku,,, Allah yang maha Agung,,,
Tolonglah hambaMu ini Ya Allah,,,

Not Really Important,,,

I Just Wanna Back Home,
But I Dunno Where Is It?

I Just Want This Phone Can Be Fixed,,,
After What He Did To It,,,

I Just Wanna Cry,,,
Of Everything,,,
Of Anything Happened,,,
I Just Can't Believe It,,,
Hope God Would Like To Help Me,,,
I'm Crying Of Him,,,
I'm Crying Of What Happened To Me,,,
I'm Crying Of My Life,,,
I'm Crying Of You,,,
God, Please Help Me,,,

If You Know About Everything In My Mind,,,
It's Just About Everything That You Don't Wanna Thing About,,,
It's Just A Different Thing,,,
I Swear To You That You Can't Understand Me,,,
I Swear That You Can't Undrerstand Me Clearly,,,
You Can't Be The One Which Set My Life,,,
I Am Who I Am,,,

There's Not Any Qualification In My Mind About Someone Who Can Change My Life,,,
But That Must Be So Diligently Enough To Take Anything Worse On Me And Throw It Far From My Head,,,
There's No Other Way,,,
Till You Can Make Me Go Better Than Before,,,
Such As A Perfect Person Who Is Match For Me,,,

sajak - sajak

Sajak sajak indah di sampan,
walau periuk tak lagi merana,
namun seandainya ku tetap mapan,
meyakinkan sejenak kalbu ke sana,

awal, ku mulai hari dengan berdoa pada Tuhan,
ku tadahkan tangan pada segenap aura penuh harap,
aku takut dan penuh harap,
sejak itu aku menadahkan kedua tanganku terus menerus dengan bahagia,
takjub akan kuasa,
Tuhan, aku, dan takjub,

diri, tak ubahnya permintaan sekejap,
seolah kapan akan diri temukan seonggok belati,
tetapi tak menghunus kami,
oh diri, kami, dan berhubungan intim dengan belati,

cermin, terpercik bau harum bunga arnoldi,
tanpa sisi tanpa hati,
kau, kamu, anda, dikau,
dengan cepat onak berbisik,
menghunus mu,
hah,
bukan itu tetapi putihnya mata melati,
yang tertiup caraka,
aku, sisi, dan onak,

empat, empat kali dua sama dengan delapan,
terkesan terpikat oleh kelu,
pegal dan gempar karena bolu,
kutub kulum kuntul,
oh,
hanya itu yang tuan katakan,
essay, terpikat, dan trauma,

sajake nyasar

Sejenak saja ku berlaku,
aku hanya tersandung batu,
aku tertekuk dan ternganga,
aku berteduh,

kaca cermin terkesan berbaur,
kalau mati dalam kelam,
menjadi rambut berjari jari,
selaras tetapi menjadi berantakan,
layaknya bauran sandal selop yang terbang ke paras itu,
huh, kapankah setiap ekor kepala mu terbuka?
kapankah setiap ujung libido mu ternganga?
hal yang sama yang menjadi landas riil idiil dari otak otak suhumu,
apa yang terbuka dalam pikiran ku pikiran mu dan pikiran nya,
seakan menjadi rasa kelambu dalam sterilnya pribadimu,
hahaha,

jawab, aku layaknya pengantin baru,
dalam kelambu dalam pelukanmu,
tetapi,
sudahlah semua tak kan tahu,
namun betapapun sejatinya,
itu, itu, itu,
aku menunjuk mu?

baru sajak

semampuku,
semua yang akan membuatku teringat padamu,
segalaku,
semua yang membuatku mengurungkan niat untuk melupakanmu,
pikiran yang terbersit dari diriku,
segala hal yang tertuju padamu,
yang akan luput namun menyakitiku,
menusukku, meracuniku, menghantuiku,

segala kesalahan pada masa itu,
telah membungkam bibirmu dari tatapan sayu ku,
aku merasanya,
kenapa segala simpati tertuju padamu,
dan permintaan maaf ku,
kau ubah jadi abu yang kau tiup ke mataku,
kau lepas dan kau bakar di depan mataku,
membuat jariku yang menari tak lagi berarti padamu setiap bulan yang menunjukan cerahnya pada kita,
bodohnya diri ketika tak bisa kuterima perlakuanmu,
karena masih kuinginkannya dirimu ditanganku, pangkuanku,